B. Resiko Negatif Diantara Resiko Negatif yg Ditimbulkan, Antara Lain :
1. Kepada Anak
Seorang wanita karier umumnya pulang ke rumah dalam kondisi lelah sesudah seharian bekerja diluar rumah, faktor ini secara psikologis dapat berpengaruh kepada tingkat kesabaran yg dimilikinya, baik dalam menghadapi tugas rumah tangga sehari-hari, ataupun dalam menghadapi anak-anaknya. Jikalau hal tersebut terjadi maka sang Ibu bakal gampang marah & menyusut rasa pedulinya pada anak. Survey yg dilakukan di negara-negara Barat menunjukkan bahwa tidak sedikit anak kecil yg jadi korban kekerasan orang tua yg harusnya tak terjadi seandainya mereka mempunyai kesabaran yg cukup dalam membina anak.
2. Kepada Suami
Di kalangan para suami perempuan karier, tidaklah mustahil jadi sebuah kebanggaan jika mereka mempunyai istri yg pandai, aktif, kreatif, & maju juga dibutuhkan warga, Tetapi dilain segi mereka memiliki problem yg rumit dgn istrinya. Mereka pun akan merasa tersaingi & tak terpenuhi hak-haknya sbg suami. Juga Sebagai contoh, kalau suatu ketika seseorang suami mempunyai masalah di kantor, pastinya dia berharap seseorang yg mampu berbagi masalah dengannya, atau setidaknya dirinya berharap istrinya akan menyambutnya dgn wajah berseri maka berkuranglah beban yg ada. Factor ini tak ingin terwujud seandainya sang istri juga mengalami perihal yg sama. Jangankan utk mengatasi masalah suaminya, sedangkan masalahnya sendiripun belum tentu dapat diselesaikannya.
3. Kepada Rumah Tangga
Kemungkinan negatif yang lain yg perlu mendapat perhatian dari wanita karier ialah rumah tangga. Kegagalan rumah tangga lebih sering dikaitkan dgn kelalaian seorang istri dalam rumah tangga. Faktor ini dapat terjadi kalau istri tak mempunyai keterampilan dalam mengurus rumah tangga, atau pun terlampaui sibuk dalam berkarir, maka segala urusan rumah tangga terbengkalai.
4. Kepada Masyarakat
Dgn bertambahnya jumlah perempuan yg mementingkan karirnya di bermacam bidang lapangan pekerjaan, secara serta-merta ataupun tak langsung sudah mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran di kalangan laki laki, sebab lapangan pekerjaan yagn ada sudah diisi oleh perempuan. Sbg sampel, yg tidak jarang kita saksikan di pabrik-pabrik. Perusahaan lebih memilih pekerja dari kalangan perempuan ketimbang laki-laki, sebab tidak cuma bayaran yg relatif minim & murah dari laki laki, serta sebab perempuan tak terlalu banyak menuntut & gampang diatur.

Comments
Post a Comment